Refleksi Teori Kontruktivisme

Nama   : MEGAH SRI RETNO APRILIANA
Nim     : 150341608081
Off      : B

·         Teori konstuktivisme merupakan sebuah teori yang memberikan keebebasan terhadap manusia yang ingin beelajar.
·         Tujuan dari teori konstruktivisme diantaranya yaitu:
a.       Sebagai motivasi bagi siswa
b.      Mengembangkan kemampuan siswa untuk mengajukan pertanyaan sendiri
c.       Membantu untuk mengembangkan pengertian dan pemahaman konsep secara lengkap.
·         Tokoh-tokoh yang berperan dalam teeori konstruktivisme
a.       John Dewey: belajar harus bersifat aktif dan guru hanya berperan sebagai fasilitator
b.      Jean Piaget : pengetahuan diperoleh dari tindakan. Dan proses belajar terdiri dari 3 tahapan yang meliputi asimilasi, akomodasi, dan equilibrasi
c.       Lev Vygotsky : belajar dalam inteeraksi dengan lingkungan sosial.
·         Ciri-ciri teori belajar
a.       Memberi peluang kepada siswa dalam memeproleh pengetahuan
b.      Menggalakkan persoalan/ide sebagai pembelajaran
c.       Meyokong pembelajaran secara kooperatif
d.      Menggalakkan proses inkuiri murid melalui kajian dan experimen
e.       Lebih mementingkan prosesnya dari pada hasilnya.
·         Prinsip-prinsip teori konstruktivisme
a.       Pengetahuan dibangun oleh siswa sendiri
b.      Murid aktif mengkontruksi secara terus- menerus
c.       Mencari dan menilai pendapat siswa
d.      Menyesuaikan kurikulum untuk menanggapi anggapan siswa

berikut ini terdapat beberapa tokoh yang berperan dalam teori kontruktivisme  
1.   Jean piaget
Dikenal dengan nama konstruktivistik kognitif (personal constructivism). Teori ini memiliki fokus perhatian pada bangkitnya dan dimilikinya schemata atau skema bagaimana seseorang mengenal duniadalam saat "tingkatan-tingkatan perkembangan", ketika anak-anak menerima cara baru bagaimana secara mental merepresentasikan informasi. Pengetahuan tidak diperoleh secara pasif oleh seseorang, melainkan melalui tindakan. Ada empat konsep dasar yang diperkenalkan oleh Piaget, yaitu:
a)      Schemata yaitu suatu struktur kognitif yang slalu berkembang dan berubah, karena     proses asimiliasi dan proses akomodasi aktif serta dinamis.
b)      Asimilasi yaitu  proses penyesuian informasi yang akan diterima sehingga menjadi sesuatu yang dikenal oleh siswa
c)      Akomodasi yaitu  penempatan informasi yang sudah di ubah dalam schemata yang sudah ada
d)     Equilibrium (keseimbangan)yaitu sebuah proses adaptasi oleh individu terhadap lingkungan individu, agar berusaha untuk mencapai struktural mental atau schemata yang stabil atau seimbang antara asimilasi dan akomodasi.
2. Vigotsky
Teori Konstruktivisme vigotsky berasumsi bahwa belajar bagi anak dilakukan dalam interaksi dengan lingkungan sosial maupun fisik. Penemuan atau discovery dalam belajar lebih mudah diperoleh dalam konteks sosial budaya seseorang. Siswa mempunyai dua tingkat perkembangan,perkembangan aktual dan potensial (Rustaman, 2009)

3.      Jhon dewey
Bahwa pandangan penganut konstruktivisme mengenai belajar meliputi serangkaian teori yang membagi perespektif umum bahwa pengetahuan dikonstruksi oleh pembelajar bukan ditransfer ke pembelajar.


·         Terdapat proses dan beberapa peranan dalam teori konstruktivisme
a.       Proses belajar        : indikator penting dalam teori konstruktivisme
b.      Peranan siswa        : siswa harus aktif dalam proses pembelajaran
c.       Sarana belajar        : mendukung siswa untuk membangun pengeetahuannya
d.      Evaluasi                 : mengetahui kemampuan siswa dalam menyerap materi
·         Implementasi teori konstruktivisme
a.       Apersepsi  : siswa di dorong mengemukakan teentang konsep
b.      Eksplorasi  : mengungkapkan dugaan sementara dari konsep
c.       Diskusi dan penjelasan konsep : mendiskusikan konsep yang telah di dapat atau dipahami
d.      Pengembangan dan aplikasi       ; konsep yang telah di pahami dan diperbaiki  di kembangakan dan di aplikasikan.
·         Kelebihan dan kekurangan teori konstruktivisme
Kelebihan       
-          Bebas mengungkapkan gagasan
-          Memberi pengalaman bagi siswa
Kekurangan
-          Siswa membangun pengetahuan sendiri
-          Menanamkan agar siswa membangun pengetahuannya sendiri

-          Situasi dan kondisi tiap sekolah berbeda.

Komentar