Refleksi 2 Perkembangan Kurikulum dan Filosofinya

Nama               : Megah Sri Retno Apriliana
Nim                 : 150341608081
Offering          : B
Kelompok       :10


Kurikulum merupakan Plan of Learning atau juga bisa disebut transfer of value. Kurikulum sendiri sebagai pedoman pelaksaanaan pendidikan  yang tidak hanya mengembangkan kecerdasan tapi juga mengembangkan iman dan takwa. Kurikulum ini bertujuan untuk mencerdasakan bangsa. Menurut saya tujuan dari kurikulum ini juga terdapat sebuah visi dan misi yang didalamnya terdapat sebuah aturan untuk memperbaiki sebuah sistem pendidikan yang jauh lebih baik.  Cerdas artinya memiliki intelektual yang tinggi, dan menurut Undang-undang nomor 20 tahun 2003 mengenai cerdas yaitu membangun watak dan peradaban bangsa. Sehingga dapat diartikan bahwa tujuan dari pendidikan ini sangatlah mulia dan jangan sampai tereduksi.
Um adalah the Learning University yang memiliki makna seperti 2 sisi mata uang  yaitu sebagai Learning organization dan Learning resource. Learning organization memiliki makna bahwa belajar merupakan tanggung jawab organisasi atau individu yang mengedapankan aspirasi, kepedulian dan pengembangan kapabilitas. Hal ini menandakan bahwa dalam learning organization harus mengembangkan sikap positif belajar sebagai pembelajar sepanjang hayat, mengatasai kendala menuju learning organization , mengelola belajar oranisasi, mengembangkan dan menyediakan sumber belajar. Sedangkan learning resource yaitu sebagai sumber belajar dan sumber rujukan bagi individu maupun organisasi.
Kurikulum dalam hal ini harus membawa pesan yang tidak hanya mengembangkan kecerdasan tetapi juga mengembangkan nilai-nilai kecerdasan.  Sd, SMP dan SMA mengenai penjelasan tentang kurikulum  dirasa belum disampaikan, hal ini dikarenakan di setiap jenjang pendidikan tersebut memiliki pola pikir yang berbeda-beda. Dimana di Sd dan Smp masih suka belajar dan bermain sehingga cara penyampaian tentang kurikulum tersebut disampaikan dengan operasional yang konkrit, dan SMP kelas 9 harus mulai dikenalkan dengan belajar abstrak, sedangkan di SMA telah  memiliki pola pikir yang berbeda dan hampir sama denga kuliah sehingga kurikulum ini perlu disampaikan dengan lebih abstrak atau khusus. Jadi kurikulum ini haruslah disampaikan sejak awal sehingga para siswa tidak hanya bisa menerima pelajaran saja tapi juga mengetahui bagaimana cara guru atau dosen dalam mengajar.
Pendidikan di indonesia kebanyakan guru mengajar hanya transfer of Knowledge bukan transfer of Value, sehingga banyak guru yang salah dalam mendidik,karena kebanyakan guru mendidik untuk menjadikan orang yang konsumtif  bukan orang yang produktif, sehingga ini lah penyebab utama yang membuat indonesia menjadi tertinggal karena di didik dengan cara yang salah. Seharusnya mendidik dalam hal ini  yaitu menjadikan orang yang produktif dan pendidikan yang penting adalah yang berbaasis culture Indonesia. Pada Culture indonesia ini di didik untuk menjadi orang yang produktif, kreatif dan inovatif. menurut saya dengan mengacu pada sistem pendidikan yang mengacu pada Culture Indonesia saya yakin bangsa indonesia ini akan menjadi bangsa yang maju, karena guru di sini berperan tidak hanya mendidik siswa atau siswinya bersikap konsumtif, tapi juga dituntut untuk prouktif, kreatif dan inovatif. Dalam hal ini menandakan bahwa siswa memiliki kebebasan berpikir, berkreasi dan berinovasi serta menuangkan segala aspirasi atau ide-ide yang ada di pikirannya.



Komentar