RESUM 2 PENGERTIAN HAKEKAT DAN CIRI-CIRI BELAJAR DALAM PEMBELAJARAN (TEORI DESKRIPTIF DAN TEORI PRESPEKTIF)
Nama :
Megah Sri Retno Apriliana
Nim :
150341608081
Offering
:B
Belajar
merupakan sebuah proses dimana terdapat sebuah usaha untuk mendapat suatu ilmu untuk
mencapai suatu tujuan, dengan belajar
yang awalnya tidak tahu akhirnya menjadi tahu dengan memahami dan mengerti
segala konsep-konsep pembelajaran. Menurut Slameto (2003:13) menyatakan “belajar
merupakan suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu
perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil
pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya”. Dalam sebuah
tahapan belajar pasti terdapat perubahan
positif atas perilaku kognitif, afektif dan psikomotor yang terjadi dalam diri
siswa(Azhar Arsyad,2007:1).
Belajar
juga terdapat proses mengenai teori pembelajaran yang di dalamnya terdapat
sebuah strategi atau metode pembelajaran guna mempermudah dalam proses belajar.
Dalam belajar terdapat dua teori yang mendukung yaitu teori deskriptif dan
teori presepektif. Menurut Bruner (1964) terdapat perbedaan antara teori belajar dan teori pembelajaran,
dimana teori belajar adalah deskriptif, sedangkan teori pembelajaran adalah
preskriptif. Teori deskriptif dan prespektif memeiliki peranan yang berbeda. Simon
(dalam Arikunto, 2006 :67) mengemukakan perbedaan serupa dengan memaparkan
persamaan karakteristik dari ”a prescriptive science” dan membandingkan dengan
karakteristik dari ”a descriptive science”. Dalam pernyataan simon tersebut
dapat diambil kesimpulan bahwa teori deskriptif dan perspektif memang memiliki
2 sisi yang berbeda karena teori prespektif ini termasuk teori pembelajaran dan terori deskriptif
termasuk dalam teori belajar.
Dalam
proses belajar mengajar termasuk dalam pengajaran, dimana pengajaran adalah suatu kegiatan yang dilakukan oleh guru
dalam menyampaikan pengetahuan kepada
siswa (Dariyanto,1997). Hal ini dapat
diartikan bahwa Pengajaran merupakan suatu proses atau interaksi belajar mengajar
yang dilakukan oleh siswa dan guru. Dimana dalam proses pengajaran ini nantinya
akan diperoleh sebuah pembelajaran dari suatu proses atau interaksi antara
murid dan guru yang sedang berlangsung.
Pembelajaran
merupakan sebuah proses yang sangat komplek dimana dalam prosesnya terdapat
suatu kegiatan belajar mengajar. Kegiatan belajar inilah yang nantinya akan
diperankan oleh siswa,sedangkan kegiatan mengajar berkaitan dengan guru , dalam
hal ini peran guru sangatlah menetukan cara belajar siswa karena guru
adalah seorang fasilitator. Sedangkan pengajaran memiliki arti yang sama yaitu
cara mengajar atau mengajarkan , dan diartikan sama dengan proses belajar yang
diperankan oleh siswa dan mengajar yang diperankan oleh guru. Belajar dan
mengajar ini adalah satu kesatuan yang tak mungkin dipisahkan karena keduanya
saling berkitan.
Teori
pembelajaran atau prespektif memiliki tujuan untuk membentuk metode yang
optimal, sedangkan teori deskriptif atau yang disebut juga teori belajar yaitu sebuah proses bagaimana belajar tersebut
dapat diolah dengan baik. Tujuan utama teori pembelajaran adalah
menetapkan metode pembelajaran yang optimal, dan belajar (deskriptif) tujuannya
adalah memerika proses belajar. Teori belajar menaruh perhatian pada hubungan
di antara variabel-variabel yang menentukan hasil belajar, atau sebagaimana
seseorang belajar. Teori pembelajaran menaruh perhatian pada bagaimana
seseorang mempengaruhi orang lain agar terjadi hal belajar atau upaya
mengontrol variabel-variabel yang dispesifikasi dalam teori belajar agar dapat
memudahkan dalam belajar.
Hal
yang paling mendasar dalam teori deskriptif dan prespektif yaitu dalam hal
profesi, dimana profesi dalam ilmu deskriptif adalah ilmuan, sedangkan profesi
dalam ilmu perspektif masih terbagi lagi menjadi beberapa profesi diantaranya
sebagai ilmuan, teknologi, dan teknisi. Menurut Reigeluth (dalam Degeng, 2007
:43) teori-teori dan prinsip pembelajaran yang deskriptif menempatkan variabel
kondisi dan metode pembelajaran sebagai givens dan memberikan hasil
pembelajaran sebagai variabel yang diamati.
Belajar
umumnya adalah suatu hal yang penting dan wajib bagi setiap orang, karena
dengan belajar manusia dapat memilki pengetahuan yang luas. Pada hakekatnya
belajar merupakan perubahan tingkah laku yang terdapat berbagai perubahan.
Menurut Djamarah (2002:15-16), perubahan-perubahan dalam hakekat belajar ini dimasukkan
ke dalam beberapa ciri diantaranya:
a) Perubahan yang terjadi secara sadar
Individu yang belajar akan menyadari
terjadinya perubahan atau sekurang kurangnya individu merasakan telah terjadi
adanya suatu perubahan dalam dirinya.
b) Perubahan dalam belajar bersifat
fungsional
Sebagai hasil belajar, perubahan yang
terjadi dalam diri indiviu berlangsung terus-menerus dan tidak statis. Suatu
perubahan yang terjadi akan menyebabkan perubahan berikutnya dan akan berguna
bagi kehidupan atau proses belajar berikutnya.
c) Perubahan dalam belajar bersifat
positif dan aktif
Dalam perbuatan belajar, perubahan
selalu bertambah dan tertuju memperoleh suatu yang lebih baik dari sebelumnya.
Makin banyak usah belajar dilakukan, makin banyak dan makin baik perubahan yang
diperoleh.
d) Perubahan dalam belajar bukan
bersifat sementara
Perubahan bersifat sementara yang
terjadi hanya untuk beberapa saat saja
seperti berkeringat, keluar air mata,
menangis dan sebagainya. Perubahan terjadi karena proses belajar bersifat
menetap atau permanen.
e) Perubahan mencakup seluruh aspek
tingkah laku
Perubahan yang diperoleh individu
setelah melalui suatu proses belajar meliputi perubahan keseluruhan tingkah
laku jika seseorang belajar sesuatu sebagai hasil ia akan mengalami perubahan
tingkah laku secara menyeluruh dalam sikap kebiasaan, keterampilam,
pengetahuan.
Komentar
Posting Komentar