Resum 1
Nama : Megah Sri Retno Apriliana
Nim : 150341608081
offeering : B
Kelompok: 10
Pendidikan adalah salah satu proses dalam membentuk
manusia yang berkarakter, karena pendidikan merupakan sebuah sarana atau wadah
untuk membentuk manusia seutuhnya. Dengan adanya pendidikan maka setiap orang
akan mampu dalam berinteraksi, beraptasi, dan bersosialisasi dengan
lingkungannya. Pendidikan salah suatu komponen yang
paling penting dan sangat dibutuhkan oleh setiap individu. Proses pendidikan
mengalami kemajuan yang sangat pesat, baik dalam hal metode, sarana, target
yang dicapai, maupun kurikulum. Salah satu keistimewaan dari pendidikan adalah
sifatnya yang terus maju, bukan mundur. Kemajuan pendidikan karena dorongan
dari semakin canggihnya teknologi jaman sekarang. Pendidikan sangatlah
diperlukan oleh tiap individu untuk mengetahui sejauh mana kemampuan yang
dimilikinya. Pendidikan juga dapat diperoleh darimana saja, bukan hanya di
kelas ketika pembelajaran berlangsung, tetapi di luar kelas dengan berbagai
pengalaman yang ada.
Dalam prosesnya
pendidikan ini terdapat sebuah proses pembelajaran dimana akan banyak ilmu
pengetahuan yang bermanfaat. Belajar
merupakan proses usaha sadar yang dilakukan oleh individu untuk suatu perubahan
dari tidak tahu menjadi tahu, dari tidak memiliki sikap menjadi bersikap benar,
dari tidak terampil menjadi terampil melakukan sesuatu. Pembelajaran merupakan
suatu sistim yang membantu individu belajar dan berinteraksi dengan sumber
belajar dan lingkungan.
Pemerintah telah
meningkatkan mutu pendidikan dengan terus melakukan upaya reformasi dalam
bidang pendidikan. Sebagai sarana yang berupaya untuk meningkatkan mutu
pendidikan diperlukan adanya kurikulum. Kurikulum dapat digunakan sebagai
rencana pedoman atau pegangan dalam proses belajar mengajar. Menurut Sukmadinata (2008:5)menyatakan bahwa
Kurikulum (curriculum) merupakan suatu rencana yang memberi pedoman atau
pegangan dalam proses kegiatan belajar mengajar”. Hal ini dapat diartikan bahwa
dalam kurikulum terdapat sebuah rencana, bahan atau materi pelajaran, dan
aturan demi mencapai suatu tujuan untuk membentuk suatu pendidikan yang lebih
baik lagi. Dalam Kurikulum terdapat empat komponen diantaranya tujuan, isi
kurikulum, metode atau strategi pencapaian tujuan dan komponen evaluasi.
Tujuan dari adanya kurikulum yaitu sebagai pedoman untuk memperbaiki sistem pendidikan yang lebih baik lagi, dimana tujuan dari adanya kurikulum ini terdapat sebuah visi dan misi untuk membentuk sebuah dunia pendidikan yang memiliki sebuah tatanan dan aturan untuk mencerdasakan seetiap orang atau siswa.
Tujuan dari adanya kurikulum yaitu sebagai pedoman untuk memperbaiki sistem pendidikan yang lebih baik lagi, dimana tujuan dari adanya kurikulum ini terdapat sebuah visi dan misi untuk membentuk sebuah dunia pendidikan yang memiliki sebuah tatanan dan aturan untuk mencerdasakan seetiap orang atau siswa.
Perubahan
Kurikulum dan Tujuannya
Penetapan kurikulum di indonesia telah berlansung sejak
lama hingga saat ini yang dimulai pada tahun
1945, kurikulum pendidikan nasional
indonesia telah mengalami perubahan berkali-kali yaitu pada tahun 1947,
1952, 1964, 1968, 1975, 1984, 1994, 2004, 2006, dan sekarang 2013. Reformasi
kurikulum dikembangkan berdasarkan perkembangan zaman dengan maksud agar sistem
pendidikan di indonesia lebih maju lagi.
1) Kurikulum 1947
Kurikulum
pertama yang lahir pada masa kemerdekaan memakai istilah dalam bahasa Belanda leer
plan artinya rencana pelajaran, istilah ini lebih popular dibanding istilah
curriculum (bahasa Inggris). Perubahan arah pendidikan lebih bersifat politis,
dari orientasi pendidikan Belanda ke kepentingan nasional. Sedangkan asas
pendidikan ditetapkan Pancasila.
2) Kurikulum 1952,
Rentjana Pelajaran Terurai 1952
Pada
tahun 1952 kurikulum di Indonesia mengalami penyempurnaan. Kurikulum ini lebih
merinci setiap mata pelajaran yang kemudian diberi nama Rentjana Pelajaran
Terurai 1952. Kurikulum ini sudah mengarah pada suatu sistem pendidikan
nasional. Yang paling menonjol dan sekaligus ciri dari kurikulum 1952 ini bahwa
setiap rencana pelajaran harus memperhatikan isi pelajaran yang dihubungkan
dengan kehidupan sehari-hari.
3) Kurikulum 1964,
Rentjana Pendidikan 1964
Pemerintah
mempunyai keinginan agar rakyat mendapat pengetahuan akademik untuk pembekalan
pada jenjang SD, sehingga pembelajaran dipusatkan pada program Pancawardhana.
Pokok-pokok pikiran kurikulum 1964 yang menjadi ciri dari kurikulum ini adalah
bahwa pemerintah mempunyai keinginan agar rakyat mendapat pengetahuan akademik
untuk pembekalan pada jenjang SD, sehingga pembelajaran dipusatkan pada program
Pancawardhana yang meliputi pengembangan daya cipta, rasa, karsa, karya, dan
moral (Hamalik, 2004).
4) Kurikulum 1968
Kurikulum
1968 merupakan pembaharuan kurikulum 1964, yakni dilakukan perubahan struktur
kulrikulum pendidikan dari pancawardhana menjadi pembinaan jiwa pancasila,
pengetahuan dasar, dan kecakapan khusus. Kurikulum ini merupakan perwujudan
perubahan orientasi pada pelaksanaan UUD 1945 secara murni dan konsekuen.
5) Kurikulum Periode
1975
Kurikulum
1975 menekankan pada tujuan, agar pendidikan lebih efisien dan efektif. Metode,
materi, dan tujuan pengajaran dirinci dalam Prosedur Pengembangan Sistem
Instruksional (PPSI). Setiap satuan pelajaran dirinci lagi dalam bentuk Tujuan
Instruksional Umum (TIU), Tujuan Instruksional Khusus (TIK), materi pelajaran,
alat pelajaran, kegiatan belajar mengajar, dan evaluasi. Guru harus trampil
menulis rincian apa yang akan dicapai dari setiap kegiatan pembelajaran.
6) Kurikulum 1984,
Kurikulum 1975 yang Disempurnakan
Kurikulum
1984 mengusung process skill approach. Meski mengutamakan pendekatan proses,
tapi faktor tujuan tetap penting. Kurikulum ini juga sering disebut Kurikulum
1975 yang disempurnakan.
7) Kurikulum 1994 dan
Suplemen Kurikulum 1999
Kurikulum
1994 dibuat sebagai penyempurnaan kurikulum 1984 dan dilaksanakan sesuai dengan
Undang-Undang no. 2 tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Hal ini
berdampak pada sistem pembagian waktu pelajaran, yaitu dengan mengubah dari
sistem semester ke sistem caturwulan. Dengan sistem caturwulan yang
pembagiannya dalam satu tahun menjadi tiga tahap diharapkan dapat memberi
kesempatan bagi siswa untuk dapat menerima materi pelajaran cukup banyak.
8) Kurikulum 2004, KBK (Kurikulum Berbasis
Kompetensi)
Kurikulum
2004, disebut juga Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK). Suatu program
pendidikan berbasis kompetensi harus mengandung tiga unsur pokok, yaitu:
pemilihan kompetensi yang sesuai; spesifikasi indikator-indikator evaluasi
untuk menentukan keberhasilan pencapaian kompetensi; dan pengembangan
pembelajaran. Kurikulum 2004 ini menitikberatkan pada pengembangan untuk melakukan atau
berkompetensi tugas sesuai dengan performance
yang telah ditetapkan. Kurikulum ini juga berorientasi pada hasil yang muncul pada
peserta didik dan keragaman manifestasi sesuai dengan kebutuhannya Kurikulum Berbasis Kompetensi berorientasi pada:
(1) hasil dan dampak yang diharapkan muncul pada diri peserta didik melalui serangkaian
pengalaman belajar yang bermakna, dan (2) keberagaman yang dapat
dimanifestasikan sesuai dengan kebutuhannya (Puskur, 2002a).
Ciri-ciri KBK sebagai
berikut:
1. Menekankan pada ketercapaian kompetensi
siswa baik secara individual maupun klasikal, berorientasi pada hasil belajar
(learning outcomes) dan keberagaman.
2. Kegiatan pembelajaran menggunakan
pendekatan dan metode yang bervariasi,
3. sumber belajar bukan hanya guru, tetapi
juga sumber belajar lainnya yang memenuhi unsur edukatif.
4. Penilaian menekankan pada proses dan hasil
belajar dalam upaya penguasaan atau pencapaian suatu kompetensi.
5. Struktur kompetensi dasar KBK ini dirinci
dalam komponen aspek, kelas dan semester.
6. Keterampilan dan pengetahuan dalam setiap
mata pelajaran, disusun dan dibagi menurut aspek dari mata pelajaran tersebut.
7. Pernyataan hasil belajar ditetapkan untuk
setiap aspek rumpun pelajaran pada setiap level.
9) Kurikulum Periode
KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pelajaran) 2006
Awal
2006 ujicoba KBK dihentikan, muncullah KTSP. Kurikulum Tingkat Satuan
Pendidikan (KTSP) adalah kurikulum operasional yang disusun oleh dan
dilaksanakan di masing-masing satuan pendidikan.
Penyusunan kurikulum
tingkat satuan pendidikan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah berpedoman
pada panduan yang disusun oleh BSNP dimana panduan tersebut berisi
sekurang-kurangnya model-model kurikulum tingkat satuan pendidikan pada jenjang
pendidikan dasar dan menengah. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP)
tersebut dikembangkan sesuai dengan satuan pendidikan, potensi daerah/
karakteristik daerah, sosial budaya masyarakat setempat, dan peserta didik.
10) Kurikulum Periode
2013
Kurikulum
2013 merupakan penyempurnaan, modivikasi dan pemutakhiran dari kurikulum
sebelumnya. Sampai saat ini pun saya belum menerima wujud aslinya seperti apa.
Namun berdasarkan informasi beberapa hal yang baru pada kurikulum 2013. Kurikulum
2013 sudah diimplementasikan pada tahun pelajaran 2013/2014 pada
sekolah-sekolah tertentu (terbatas). Kurikulum 2013 diluncurkan secara resmi
pada tanggal 15 Juli 2013. Sesuatu yang baru tentu mempunyai perbedaan dengan
yang lama.
kurikulum 2013 yang menitikberatkan pada siswa yang
harus mempelajari materi terlebih dahulu sebelum pembelajaran dimulai sehingga saat
pembelajaran terjadi diskusi sehingga semua siswa ikut aktif dalam
pembelajaran. Semua kurikulum yang telah diterapkan di Indonesia mempunyai
tujuan untuk mencapai pendidikan yang lebih baik. Berdasarkan fungsi dan tujuan
pendidikan nasional maka pengembangan kurikulum haruslah berakar pada budaya
bangsa, kehidupan bangsa masa kini, dan kehidupan bangsa di masa mendatang.
11. Kurikulum KKNI
Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI)
adalah kerangka penjenjangan kualifikasi dan kompetensi tenaga kerja Indonesia
yang menyandingkan, menyetarakan, dan mengintegrasikan sektor pendidikann
dengan sektor pelatihan dan pengalaman kerja dalam suatu skema pengakuan
kemampuan kerja yang disesuaikan dengan struktur di berbagai sektor pekerjaan.
KKNI merupakan perwujudan mutu dan jati diri Bangsa Indonesia terkait dengan
sistem pendidikan nasional, sistem pelatihan kerja nasional serta sistem
penilaian kesetaraan capaian pembelajaran (learning outcomes) nasional, yang
dimiliki Indonesia untuk menghasilkan sumberdaya manusia yang bermutu dan
produktif.
KKNI
terdiri dari 9 (sembilan) jenjang kualifikasi, dimulai dari kualifiaksi 1
sebagai kualifiaksi terendah hingga kualifikasi 9 sebagai kualifikasi
tertinggi. Setiap sektor dan jenjang pada KKNI memiliki deskriptor masing-masing.
Deskriptor pada KKNI terdiri atas dua bagian yaitu deskripsi umum dan deskripsi
spesifik. Deskripsi umum mendeskripsikan karakter, kepribadiaan, sikap dalam
berkarya, etika, moral dari setiap manusia dan berlaku pada setiap jenjang.
Sedangkan deskripsi spesifik mendeskripsikan cakupan keilmuan (science),
pengetahuan (knowledge), pemahaman (know-how) dan keterampilan (skill) yang
dikuasai seseorang bergantung pada jenjangnya.
tamabahan: jadi menurut pendapat saya kurikulum ini sangatlah penting karena dalam kurikulum terdapat suatu tujuan dengan maksud meningkatkan sebuah sitem pendidikan yang lebih baik, hal ini di karenakan dalam pendidikan terdapat sebuah peranan yang di dalamnya terdapat sebuah visi dan misi yang mengarahkan segala kegitan belajar mengajar.
Pada 1947, Kurikulum nya bernama Rentjana Pelajaran 1947, yang sistem pendidikan nya masih dipengaruhi oleh sistem kolonial belanda , dan pada kurikulum ini pun sistem pendidikan yang ada di indonesia berada dalam semangat juang merebut kemerdekaan yang disebut sebagai development conformism yang bertujuan untuk membentukan karakter bangsa Indonesia yang merdeka , berdaulat dan sejajar dengan bangsa lain.
Pada 1964, kurikulum di indonesia mengalami reformasi kembali menjadi Rentjana Pendidikan 1964, setelah sebelumnya pada tahun 1952 kurikulumnya bernama Rentjana Pelajaran Terurai 1952.
Pada 1968, kurikulumnya bernama pembinaan jiwa pancasila, pengetahuan dasar, dan kecakapan khusus yang memiliki tujuan untuk menjadikan manusia yang berbudi perkerti berdasa pancasila , yang memiliki kecerdasan, keterampilan jasmani, moral dan budi pekerti yang baik serta keyakinan dalam beragama
Pada 1984, kurikulum ini lebih mengutamakan process skill approach yang bermaksud bahwa siswa harus memiliki pengalaman belajar dengan waktu yang terbatas sehingga seetiap sekolah memang harus benar-benar memanfaatkan waktu seefektif mungkin.
Pada 1994, Kurikulum ini lebih menekankan pada pemahaman konsep dan keterampilan menyelesaikan soal serta pemecahannya.
Pada 2004, kurikulum ini Berbasis Kompetensi yang bertujuan mencapai kompetensi siswa secara individu ataupun klasikal.
Pada 2006, kurikulmu pada tahun 2006 ini mengalami reformasi kembali menjadi KTSP, dengan tujuan pendidikan nasional serta kesesuaian dengan kekhasan, kondisi dan potensi daerah, satuan pendidikan dan peserta didik. hal ini dapat diartikan bahwa dalam mendidik haruslah disesuaikan dengan program pendidikan serta kebutuhan dengan berbagai potensi yang berbeeda-beda di setiap daerah.
Pada 2013 atau saat ini yang diberi nama kurikulum 2013 yang lebih dikenal dengan K-13, dengan tujuan siswa harus belajar mandiri dengan berbagai konsep baru yang diberikan. Hal ini sama seperti siswa harus lebih mematangkan konsep sebelum masuk kedalam ruang kelas sehingga siswa memiliki pemantapan materi yang lebih baik dengan tidak bergantung pada guru/dosen.
Komentar
Posting Komentar