RESUM TEORI HUMANISME DAN PENERAPANNYA DALAM PEMBELAJARAN

Nama               : megah sri retno apriliana
Nim                 : 150341608081
Offering          : B

Alwilsol (2004), manyatakan bahwa Abraham maslow merupakan salah satu orang yang mencoba menggkritis teori  teori Freud dan behavioristik. Menurut Abraham maslow, teori humanistik ini lebih menekankan pada sisi perkembangan kepribadian manusia yang berfokus pada potensi yang dimiliki setiap individu.  Pendekatan humanistik atau humanisme dalam pendidikan yaitu menekankan pada perkembangan yang positif, dimana pada teori ini lebih memfokuskan pada potensi manusia untuk mencari dan menemukan kemampuaan yang dimiliki masing-masing individu dan mampu dalam mengembangkan potensi atau kemampuan yang dimiliki. Teori belajar  humanistik dianggap berhasil,  jika pelajar dapat memahami lingkungannya dan dirinya sendiri. Teori belajar ini berusaha memahami perilaku belajar dari sudut pandang pelakunya, bukan dari sudut pandang pengamatnya.   Tujuan utama para pendidik adalah membantu peserta didik untuk mengembangkan keemampuan yang ada dalam dirinya, yaitu membantu masing-masing individu untuk mengenal diri mereka sendiri sebagai manusia yang unik dan membantu dalam mewujudkan potensi-potensi yang ada dalam diri mereka. Berikut ini terdapat beberapa tokoh yang berperan dalam teori belajar humanisme atau humanistik:
a.       Arthur Combs (1912-1999) dan  Donald Snygg (1904-1967), yang  mencurahkan banyak perhatian pada dunia pendidikan. menurut tokoh-tokoh ini diatas  pendidik  harus memiliki konsep dasar untuk diajarkan ke pada peserta didiknya, dimana seorang pendidik tidak boleh memaksakan suatu materi yang tidak disenangi ole siswa. Oleh karena itu seorang guru atau pendidik  harus bisa memahami karakter-karakter dari setiap siswanya unntuk menjadi lebih baik, dengan cara merubah pandangan peserta didik. Combs menuangkan pemikirannya atau persepsinya  dalam  lukisan seperti dua lingkaran (besar dan kecil) yang bertitik pusat pada satu. Lingkaran kecil (1) adalah gambaran dari persepsi diri dan lingkungan besar (2) adalah persepsi dunia. Makin jauh peristiwa-peristiwa itu dari persepsi diri makin berkurang pengaruhnya terhadap perilakunya. Jadi, hal-hal yang mempunyai sedikit hubungan dengan diri, makin mudah hal itu terlupakan.
b.       Maslow
Teori maslow di dasarkan pada 2 asumsi yang berbeda mengenai dalam diri individu yaitu :
 (1) suatu usaha yang positif untuk berkembang
 (2) kekuatan untuk melawan atau menolak perkembangan itu.
Menurut maslow setiap individu memiliki perilaku yang berbeda dalam memenuhi kebutuhan yang sifatnya hirarkis. Maslow membagi kebutuhan-kebutuhan tersebut dalam 7 hirarki. Hirarki kebutuhan manusia atau setiap individu  memiliki implikasi  yang harus diperharikan oleh pendidik pada waktu  mengajar peserta didiknya. Menurut malow perhatian dan motivasi belajar  mungkin berkembang kalau kebutuhan dasar peserta didik belum terpenuhi.
c.       Carl Ransom Rogers
 Carl Ransom Rogers  (1902-1987) lahir di Oak Park, Illinois pada tanggal 8 Januari 1902 di sebuah keluarga Protestan yang fundamentalis.. Tahun 1927, Rogers bekerja di Institute for Child Guindance dan mengunakan psikoanalisa Freud dalam terapinya meskipun ia sendiri tidak menyetujui teori Freud. Pada saat itu, Rogers juga banyak dipengaruhi oleh Otto Rank dan John Dewey yang memperkenalkan terapi klinis. Tahun 1957, Rogers pindah ke Universitas Wisconsin untuk mengembangkan idenya tentang psikiatri. Setelah mendapat gelar doktor, Rogers menjadi profesor psikologi di Universitas Universitas Negeri Ohio. Teori yang digunakan oleh Rogers  yaitu salah satu dari teori holistik yang mengandung sifat humanis didalamnya, sehingga teori humanistik dari Rogers banyak memiliki berbagai nama yaitu:
a.           teori yang berpusat pada pribadi (person centered)
b.           nondirective, klien (client-centered)
c.           teori yang berpusat pada murid (student-centered)
d.          teori yang berpusat pada kelompok (group centered), dan person to person).
Teori yang digunakan dan yang di anggap paling tepat yaitu teori person centered atau disebut juga seebagai teori yang berpusat pada kepribadian. Menurut Rogers teori humanistik ini menekankan potensi dari manusia atau individu dan tidak menganggap manusia seperti robot. Pemahaman  dari Rogers ini sesuai dengan pengertian dari humanisme, yang berarti doktrin, sikap, dan cara hidup yang menempatkan nilai-nilai manusia sebagai pusat dan lebih ditekankan pada kehormatan, harga diri, dan kapasitas untuk merealisasikan diri untuk maksud tertentu. Rogers memiliki asumsi dasar yang terbagi menjadi 2 yaitu:
·         Kecenderungan formatif Segala hal di dunia baik organik maupun non-organik tersusun dari hal-hal yang lebih kecil.
·         Kecenderungan aktualisasi Kecenderungan setiap makhluk hidup untuk bergerak menuju ke kesempurnaan atau pemenuhan potensial dirinya. Tiap individual mempunyai kekuatan yang kreatif untuk menyelesaikan masalahnya    
d.      Teori bandura
Teori bandura dikenal juga sebagai Self eficacy yang mengatur tentang kemampuan diri dari setiap individu. Self eficacy mengacu pada persepsi atau pendapat mengenai kemampuan individu  untuk mengoraganisir dan mengimplementasikan tindakan untuk mencapai kecakapan tertentu (Bandura, 1986).
Menurut bandura Self eficacy  dapat dilihat  melalui 3 dimensi yang meliputi
·         Tingkat, yaitu setiap individu memiliki tingkat Self eficacy yang tinggi, cenderung lebih memilih tugas yang tingkat kesulitannya sesuai dengan kemamuannya.
·         Keluasan, yaitu setiap individu yang memiliki Self eficacy  yang tinggi biasanya dapat menguasai beberapa bidang dengan tingkatan tugas sesuai  dengan kemampuan yang dimiliki, namun jika Self efficacy  dari seetiap individu rendah, maka setiap individu tidak hanya bisa menguasai sedikit dari bidang yang di tekuni.  
·         Kekuatan, yaitu setiap individu yang memiliki Self efficacy  yang tinggi akan memberikan hasil yang setimpal dengan usahanya. Jadi Self efifcacy  bisa dikatakan sebagai dasar bagi setiap individu untuk mencapai tujuannya dengan usaha yang keras dan maksimal.
Menurut bandura Self efifcacy  dari setiap individu di dasarkan atau bersumber pada  sebuah pengalaman akan kesuksesan, pengalaman individu lain, peersuasi verbal, keadaan fisiologis. Bandura (1997) menyatakan bahwa proses Self efficacy  sendiri memberi dampak atau pengaruh yang besar yang dijelaskan melalui beberapa proses, diantaranya:
·         Proses kognitif , yaitu setiap individu harus menjelaskan atau menetapkan tujuannya  dalam merumuskan suatu permasalahan agar dapat mencapai tujuan tersebut. proses kognitif ini memiliki fungsi.
·         Proses motivasi, yaitu kesadaran setiap individu untuk melalui pemikiran yang optimis, untuk mencapai tujuan yang diinginkan, dengan cara menetapkan keyakinan terhadap suatu tindakan yang akan dilakukan.
·         Proses afeksi, yaitu ditunjukkan dengan mengontrol kecemasan  dan perasaan yang depresif  yang meenghalangi pola pikir yang benar  untuk mencapai tujuan. Proses afeksi erat kaitannya dengan keemampuan mengatasi emosi  yang timbul pada diri sendiri untuk mencapai tujuan yang diharapkan.  
·         Proses seleksi, yaitu erat kaitannya dengan kemampuan individu untuk menyeleksi tingkah laku dan lingkungan  yang tepat, sehingga tujuan yang di inginkan dapat tercapai.

Prinsip teori humanistik
a. Manusia mempunyai belajar alami
b. Belajar signifikan terjadi apabila materi plajaran dirasakan murid mempuyai relevansi dengan maksud tertentu
c. Belajar yang menyangkut perubahan di dalam persepsi mengenai dirinya
d. Tugas belajar yang mengancam diri ialah lebih mudah dirasarkan bila ancaman itu kecil
e. Bila bancaman itu rendah terdapat pangalaman siswa dalam memperoleh cara
f. Belajar yang bermakna  diperoleh jika peserta didik yang  melakukannya
g. Belajar dikatakan lancar  jika peserta didik yang  dilibatkan dalam proses belajar
h. Belajar yang melibatkan siswa seutuhnya dapat memberi hasil yang mendalam
i. Kepercayaan pada diri pada siswa atau peserta didik ditumbuhkan dengan membiasakan untuk mawas diri
j. Belajar sosial adalah belajar mengenai proses belajar
v  Penerapan teori humanistik dalam pembelajaran
a)      Memiliki tujuan belajar yang jelas.
b)      Mengusahakan partisipasi aktif siswa melalui kontrak belajar yang bersifat jelas , jujur dan positif.
c)      Mendorong siswa untuk mengembangkan kesanggupan siswa untuk belajar atas inisiatif sendiri.
d)     Mendorong siswa untuk peka berpikir kritis, memaknai proses pembelajaran secara mandiri.
e)      Siswa di dorong untuk bebas mengemukakan pendapat, memilih pilihannya sendiri, apa yang diinginkan dan menanggung resiko dariperilaku yang ditunjukkan.
f)       Guru atau pendidik menerima siswa apa adanya, berusaha memahami jalan pikiran siswa, tidak menilai secara normatif tetapi mendorong siswa untuk bertanggungjawab atas segala resiko perbuatan atau proses belajarnya.
g)      Memberikan kesempatan murid untuk maju sesuai dengan kecepatannya.
h)      Evaluasi diberikan secara individual berdasarkan perolehan prestasi siswa.

Komentar