Nama
: MEGAH SRI RETNO APRILIANA
Nim : 150341608081
Offering
: B
Teori kontruktivisme merupakan pandangan
filsafat yang di kemukakan oleh Giambatista
Vico pada tahun 1710. Kontruktivisme merupakan suatu pandangan tentang
proses pembelajaran bahwa proses belajar diawali dengan adanya konflik teori
kognitif yang hanya dapat di atasi dengan adanya pengetahuan diri, dan pada
akhir proses belajar pengetahuan akan di bangun oleh anak melalui pengalamannya
dari hasil interaksi dengan lingkungannya (Karli, 2003). Jadi pada teori ini
memiliki persamaan dengan teori kognitif yang lebih menekankan pada proses
belajarnya dari pada mementingkan hasilnya.
Meurut
Yuleilawati (2004), teori kontruktivisme memiliki ciri-ciri belajar yang
kontruktivisme sebagai berikut:
a. Pengetahuan
dibangun berdasar pengalaman atau pengetahuan yang diperoleh sebelumnya.
b. Belajar
merupakan penafsiran personal tentang dunia.
c. Pengalaman
tumbuh dari adanya perundingan makna melalui beerbagai informasi atau
meneyepakati pandangan dalam berinteraksi.
d. Belajar
harus disitusuasikan dalam latar yang realistik , dan penilaian harus
terintegrasi dengan tugas dan bukan merupakan kegiatan yang terpisah.
Jadi bisa dikatakan ciri yang mendasari
dalam pembelajarn kontruktivisme ini yaitu adalah pengalaman yang diperoleh
kemudian di tafsirkan berdasarkan bagaimana cara kita dapat mengolah suatu
informasi atau pengetahuan tersebut.
Pada
teori belajar kontruktivisme terdapat beberapa prinsip yang menekankan pada
peran siswa diantaranya yaitu
a. Siswa
harus membangun pengetahuannya sendiri
b. Siswa
harus aktif untuk bernalar
c. Siswa
aktif mengkontruksi secara terus menerus , sehingga terjadi perubahan konsep
menuju ke konsep yang lebih tinggi.
d. Guru
hanya berperan dalam sarana untuk siswa dalam proses kontruksi siswa itu
sendiri.
Pengetahuan
adalah inti dari kehidupan karena ilmu pengetahuan selalu berkembang mengikuti
perkembangan zaman, dimana suatu pengetahuan itu dapat tumbuh melalui bagaimana cara seorang peserta didik
dalam meembangun cara berpikirnya. Jadi dalam proses pembelajaran siswa tidak
hanya menerima peelajaran tapi juga mengetahui pelajarn tersebut melalui
transfeer pengetahuan dari pendidik ke peserta didik sehingga peserta didik dapat mengetahui
banyak ilmu atau pengetahuan baru untuk memperkaya wawasannya melalui
pengalaman yang diperolehnya. Kontruktivisme ini di bagi menjadi 2 ranah yaitu
kontruktivisme personal dan kontruktivisme sosial. Pada kontruktivisme personal
ini menurut piaget menekankan pada bagaimana cara seorang anak mengadakan
abstraksi, baik secara sederhana maupun secara refleksif, dalam membentuk pengetahuannya.
Sedangkan pada kontruktivisme sosial lebih menekankan pada pembentukan ilmu
pengetahuan merupakan hasil pembentukan individu bersama-sama dengan masyarakat
sekitarnya.
Konstruktivisme dan
pengetahuan
Menurut konstruktivisme (Suparno, 1997: 18)
pengetahuan bukanlah suatu tiruan dari kenyataan (realitas). Pengetahuan selalu
akibat dari suatu konstruksi kognitif kenyataan melalui kegiatan seseorang
untuk membentuk skema, konsep, nilai dan
struktur pengetahuan yang diperlukan untuk pengetahuan. Berikut ini Piaget
membedakan atau mengelompokkan suatu pengetahuan sebagai berikut yaitu Pengetahuan fisis adalah pengetahuan akan
sifat-sifat fisis suatu objek, seperti bentuk, besar, berat dan bagaimana benda-benda
itu berinteraksi. Pengetahuan fisis ini didapatkan dari abstraksi langsung atas
suatu objek. Pengetahuan matematis-logis adalah pengetahuan yang dibentuk
dengan berpikir tentang pengalaman dengan suatu objek atau kejadian tertentu.
Pengetahuan didapatkan dari abstraksi berdasarkan koordinasi, relasi ataupun
penggunaan objek. Pengetahuan itu harus dibentuk dari perbuatan berpikir
seseorang terhadap benda itu. Jadi pengetahuannya tidak didapat langsung dari
abstraksi bendanya. Misalnya konsep bilangan. Pengetahuan sosial adalah
pengetahuan yang didapat dari kelompok budaya dan sosial yang secara bersama
menyetujui sesuatu, misalnya konsep, norma, nilai, dll (Kukla, 2003)
Hubungan konstruktivisme dengan
teori belajar
Menurut
Suparno (1997) berikut ini adalah garis
besar manfaat kontruktivisme untuk proses belajar peserta didik yaitu:
(1).
Pengetahuan dibangun oleh peserta didik sendiri, baik secara personal maupun
secara sosial.
(2).
Pengetahuan tidak dapat dipindahkan dari pendidik ke peserta didik, kecuali
hanya dengan keaktifan peserta didik sendiri untuk menalar.
(3).
Peserta didik aktif mengkontruksi terus menerus, sehingga selalu terjadi
perubahan konsep menuju ke konsep yang lebih rinci, lengkap, serta sesuai
dengan konsep ilmiah.
(4). Pendidik sekadar membantu menyediakan
sarana dan situasi agar proses konstruksi peserta didik berjalan mulus.
Penerapan atau implikasi kontruktivisme dalam pembelajaran
a. Pengetahuan
dapat diperoleh melalui kontruksi individual, artinya pendidik tidak dapat
secara langsung membeerikan informasi, akan tetapi pengetahuan diperoleh
melalui proses transformasi .
b. Proses
belajar menekankan aktivitas personal peserta didik.
c. Proses
pembelajaran menciptakan pengalaman yang autentik dan alami secara sosial kultural,
yang artinya materi pembelajarannya lebih kontekstual, relevan, dan diambil
dari pengalaman.
d. Dalam
proses pembelajaran peserta didik diberi kebebasan untuk melakukan eksplorasi
masalah dan pemeecahan masalah secara
individual maupun kolektif .
e. Pendidik
dalam proses pembelajaran mendorong terjadinya kegiatan kognitif tingkat
tinggi ssepeerti mengklasifikasikan ,
menganalisis, menginterpretasikan, memprediksi dan menyimpulkan.
f. Pendidik
merancang tugas yang mendorong peserta didik untuk mencari pemecahan
masalah secara individual dan koleektif
untuk mengembangkan pengeetahuan dan rasa tanggung jawab.
Kelebihan dan
keekurangan dari teori kontruktivisme
a. Kelebihan
dari teeori kontruktivisme ini , peserta didik diharuskan bepikir dalam
menganalisis suatu masalah , kemudian peserta didik juga dapat memmahai serta
mengingat dan dapat menjalani interaksi dengan lingkungan sekitar.
b. Kekurangan:
peran guru kurang mendukung karena guru hanya memegang peranan sebagai sarana
pada siswa .
Komentar
Posting Komentar