NAMA : MEGAH SRI RETNO APRILIANA
NIM : B
OFFERING : 150341608081
Problem
Based Learning (PBL) yaitu suatu model pembelajaran yang menghadapkan siswa
pada suatu permasalahan dengan tujuan siswa dapat meemecahakan masalah. Menurut
Mangun (2013) bahwa Problem Based Learning (PBL) adalah sebuah model
pembelajaran yang berorientasikan pada peran aktif siswa dengan cara
menghadapkan siswa pada suatu permasalahan dengan tujuan siswa mampu untuk
menyelesaikan masalah yang ada dan kemudian menarik kesimpulan dengan
menentukan sendiri langkahnya. Jadi maksud dari adanya PBL ini memiliki tujuan
yan baik agar bisa membantu siswa dalam menyelesaikan segala permasalahan yang
ada. Berikut ini terdapat langkah-langkah
model pembelajaran based learning yang dapat digunakan:
a. guru
membuat kelompok diskusi dan menentukan tujuan pembelajaran yang akan dicapai.
b. guru
memberikan sebuah masalah pada siswa untuk dijadikan sebagai bahan untuk
belajar.
c. siswa
mengidentifikasi learning issue berdasar permasalahan dan disesuaikan dengan
tujuan pembelajaran.
d. siswa
melaksanakan self directed learning untuk mencari berbagai infomasi untuk
memecahkan masalah.
e. Siswa
mengevaluasi hasil dan proses yang mereka lakukan dalam kegiatan tersebut.
Setiap
siswa memiliki kemampuan memecahkan masalah yang berbeda, sehingga sebagai
seoarang guru haruslah membimbing siswanya dalam memcahkan suatu permasalahan.
Berikut ini keemampuan dalam memeecahakan masalah haruslah mengacu pada hal-hal
berikut ini:
a. kemampuan
dalam merumuskan masalah seperti dalam mengidentifikasi suatu permasalahan yang
muncul
b. kemampuan dalam menyusun hipotesis;
seperti dalam menjawab rumusan masalah
dalam hipotesis , dalam hal ini siswa masih belum mampu dalam mengaitkan sebab
akibat dari masalah.
c. kemampuan
mengumpulkan data yaitu siswa kurang
mengetahui cara memperoleh data dan
sumber data terkadang kurang relevan atau akurat
d. pengujian
hipotesis atau penarikan kesimpulan, yaitu biasanya dilakukan hanya berdasarkan penalaran dan
kurang sesuai dengan konsep pada teori.
e. pengambilan
keputusan, yaitu berupa solusi yang
diambil dan belum memperhitungkan kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi.
Dalam
menyikapi permasalahan-permasalahan yang ada maka peran guru sangat diperlukan
misalnya guru harus memiliki suatu kreeativitas atau strategi untuk
memberdayakan seluruh kemampuan beerpikir siswa. Strategi pembelajaran yang
bisa digunakan oleh guru biasanya menggunakan Problem Based Learning dengan
menggunakan pendekatan kontekstual. Pendekatan kontekstual ini siswa diajarkan
untuk belajar tentang cara pemecahan
masalah dan keterampilan berpikir kritis, serta untuk memperoleh pengetahuan
dan konsep yang esensial dari materi kuliah atau materi pelajaran. Hal ini
sependapat dengan Ningrum (2009) bahwa problem
based learning merupakan salah satu bentuk pembelajaran yang menggunakan pendekatan konstekstual. jadi
dengan adanya meetode pembeelajaran basd larning ini siswa diharapkan dapat
mningkatkan kemampuannya dalam memecahkan suatu permasalahan melalui pendekatan kontekstual.
Problem
solving memiliki keesaamaan dengan problem based learning, yaitu sama-sama
dalam hal memecahkan suatu permasalahan yang muncul., dan dalam hal ini guru
hanya berpeeran sebagai fasilitator dan langkah-lagkahnya pun juga sama seperti
pmberian masalah. Akan tetapi meskipun keduanya memiliki kesamaan tapi antara
keduanya juga memiliki peerbedaan seperti masalah yang dipecahkan. Pada problem
solving masalah yang diberikan bukanlah
masalah yang nyata , dan dalam penyelesaian masalahnya pun diseleesaikan deengan
diskusi akan tetapi pada PBL permasalahan yang muncul diselesaikan dengan cara
peneelitian sehingga dalam prosesnya
dibutuhkan waktu yang cukup lama.
Apakah cara kita dalam memberikan pembelajaran PBL ini kepada siswa SD, SMP dan SMA itu berbeda atau kah sama? Bagaimana pendapat anda ?
BalasHapusmenurut saya berbeeda karena cara pikir antara siswa SD, SMP, dan SMA berbeda. jadi kita sebagai seorang guru jika ingin memberikan suatu permasalahan haruslah sesuai dengan umurnya, dimana pada SD bisa saja kita membeerikan permasalaham dengan menunjukkan suatu misalnya kambing makan rumput kemudian siswa diajak untuk menganalisis apakah yang sedang dilakukan kambing tersebut. kemudian untuk siswa smp permasalahan yang harus diberikan lebih tinggi lagi tapi tingkatannya masih konkrit misalnya dengan analisis gambar, kemudian untuk SMA karena pmikirannya sudah mulai berpikir abstrak maka bisa dengan analisis bentuk-bentuk atom misalnya bentuk atom dari metil bagaiamana. nah jadi pemebrian masalah ini harus disesuaikan dengan umur dan tingkatannya.
Hapusterimakasi atas pertanyaannya
HapusDalam menyikapi suatu masalah, diperlukan keterampilan berpikir kritis. sedangkan kita tahu bawwa tidak semua peserta didik/mahasiwa memiliki kemampuan untuk berpikir kritis. dalam hal ini, lalu bagaimana cara pendidik dalam menyikapi/menangi peserta didik yang seperti ini ?
BalasHapusmenurut saya memang benar apa yang anda katakan tidak semua peserta didik/mahasiwa memiliki kemampuan untuk berpikir kritis oleh karena itu peeran pendidik disini sangatlah diperlukan. kita sebagai calon pendidik jika menemukan siswa atau mahasiswa yang kesulitan dalam menyikapai suatu permasalahan maka kita harus melatih siswa tersebut dengan memberikan suatu permasalahan yang memicu peserta didik atau mahasiswa untuk berpikir atau menganalisis masalah tersebut yang tentunya juga tetap di dampingi oleh pendidik.
Hapus